Pratikum 1

Aplikasi Mobile

Pendahuluan

Perkembangan teknologi saat ini mendorong hadirnya berbagai bahasa pemrograman yang dirancang untuk memudahkan pengembangan aplikasi, baik berbasis web, desktop, maupun mobile. Salah satu bahasa pemrograman modern yang banyak digunakan adalah Dart, yang dikembangkan oleh Google dan menjadi dasar dari framework Flutter. Dart memiliki karakteristik client-optimized sehingga mampu menghasilkan performa yang tinggi, sintaks yang sederhana, serta mendukung paradigma Object Oriented Programming (OOP).

Sebelum memulai pengembangan aplikasi menggunakan Dart, diperlukan tahapan awal berupa instalasi dan konfigurasi lingkungan pemrograman (setup environment). Tahapan ini meliputi pemasangan Dart SDK, pengaturan environment variable, serta penggunaan Visual Studio Code dengan ekstensi pendukung. Selain itu, pemahaman terhadap struktur proyek Dart menjadi penting agar proses pengembangan dapat berjalan lebih terorganisir.

Dalam praktikum ini, dilakukan beberapa kegiatan seperti instalasi SDK Dart, konfigurasi path, pembuatan proyek pertama menggunakan perintah dart create, serta menjalankan program sederhana. Selanjutnya dipelajari pula dasar-dasar pemrograman Dart yang meliputi tipe data seperti List, Set, dan Map, penggunaan perulangan, hingga konsep OOP berupa class, object, dan inheritance.

Dengan adanya praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami proses setup environment, struktur dasar proyek Dart, serta konsep fundamental pemrograman Dart sebagai landasan untuk mengembangkan aplikasi mobile menggunakan Flutter pada tahap berikutnya.

Langkah Pengerjaan:
  1. Download SDK Dart pada halaman Dart SDK archive . Kemudian buka path untuk mengatur agar dart dapat dijalankan, buka Edit the system Environment variable dan klik Environment Variables maka akan muncul tampilan seperti berikut
  2. Pilih Path → Edit dan tambahkan Path dari SDK Dart C:\dart-sdk (tempat menyimpan hasil install dart sebelumnya). Kemudian cek pada cmd apakah dart terseebut sudah terinstall atau belum Jika tampilan sudah seperti ini maka dart sudah siap untuk digunakan.
  3. Selanjutnya gunakan tools Visual Studio Code untuk mengolah data dengan menambahkan extentions Dart
  4. Selanjutnya, kembali ke cmd untuk membuat proyek dart tersebut. Pilih file tempat penyimpannya dan ketikkan dart create halo
  5. Untuk menjalankannya ketikkan cd halo dan dart run Dari hasil gambar tersebut bisa dilihat bahwa sudah keluar hasil Hello world: 42!
  6. Setelah berhasil membuat proyek pertama Dart dengan nama halo, buka VSCode kemudian buka proyek halo yang sudah dibuat dan tampilannya akan seperti ini terdapat beberapa struktur dari dart yaitu:
    • bin/ – Berisi file executable
    • lib/ – Berisi source code utama
    • test/ – Berisi file testing
    • pubspec.yaml – File konfigurasi project dan dependencies
  7. Selanjutnya masuk ke dasar-dasar pemograman dart. Untuk membuat dasar-dasar pemograman dart ini buat file pada bin. Kemudian tipe data yang digunakan yaitu: LIST:Kumpulan elemen yang diurutkan dan dapat memiliki elemen duplikat, mirip dengan array pada bahasa lain. SET:Kumpulan elemen unik (tidak ada duplikat) dan tidak berurutan. MAP:Kumpulan pasangan nilai kunci (key-value pair), di mana setiap kunci bersifat unik dan digunakan untuk mengakses nilainya. Dari tipe data tersebut bisa menggunakan dua perulangan yang digunakan untuk mengeksekusi blok kode berulang kali, yaitu: atau menggunakan ini
  8. Pada Pemrograman Berorientasi Objek (OOP) dalam Dart langkah yang dilakukan yaitu:
    • membuat class dan object
    • membuat inheritance

esimpulan

Dari praktikum ini dapat disimpulkan bahwa proses instalasi dan konfigurasi Dart SDK berhasil dilakukan dengan menambahkan path ke environment system sehingga dapat dijalankan melalui Command Prompt. Pembuatan proyek pertama dengan perintah dart create dan menjalankannya melalui dart run menunjukkan bahwa lingkungan pemrograman Dart sudah siap digunakan.

Penggunaan Visual Studio Code dengan ekstensi Dart membantu dalam pengelolaan proyek dan penulisan kode. Praktikum juga memberikan pemahaman mengenai struktur proyek Dart (bin, lib, test, pubspec.yaml) serta dasar-dasar pemrograman Dart meliputi penggunaan tipe data List, Set, Map, perulangan, hingga konsep Pemrograman Berorientasi Objek (OOP) seperti class, object, dan inheritance.

Secara keseluruhan, praktikum ini memberikan pemahaman dasar mengenai setup environment, struktur proyek, serta konsep pemrograman dasar hingga OOP pada bahasa Dart, sehingga dapat menjadi bekal untuk pengembangan aplikasi lebih lanjut dengan framework Flutter.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *